Lazzuardi Weblog

Pidato Lengkap Obama di Kampus UI

[Berikut adalah terjemahan tak resmi dari pidato Presiden Amerika Serikat Barack Obama, yang melawat ke Jakarta, 9-10 November 2010. Pidato yang teks aslinya dalam bahasa Inggris ini disampaikan di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Sekitar 7.500 orang, termasuk sejumlah menteri, tokoh politik, pengusaha, cendekiawan dan mahasiswa Indonesia hadir menyimak pidato bersejarah Barack Obama ini.]

Terima kasih atas sambutan yang hangat ini. Terima kasih kepada semua penduduk Jakarta. Dan terima kasih bagi seluruh bangsa Indonesia.

Saya senang akhirnya bisa berkunjung ke negeri ini dengan ditemani oleh Michelle. Tahun ini, kami telah dua kali gagal datang ke Indonesia. Namun, saya berkeras untuk menyambangi sebuah negeri yang amat bermakna bagi saya ini. Sayangnya, lawatan ini begitu singkat. Tapi saya berharap bisa datang lagi tahun depan pada saat Indonesia menjadi tuan rumah KTT Asia Timur.

Sebelum berbicara lebih jauh, saya ingin menyampaikan bahwa doa dan perhatian kami tertuju kepada para korban bencana tsunami dan gunung meletus baru-baru ini, khususnya bagi mereka yang kehilangan orang tercinta serta tempat tinggal. Amerika Serikat senantiasa ada di sisi pemerintah dan bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana alam ini, dan kami akan dengan senang hati menolong semampunya. Sebagaimana tetangga yang mengulurkan tangan kepada tetangganya yang lain, dan banyak keluarga menampung orang-orang yang kehilangan rumah, saya tahu bahwa kekuatan dan ketahanan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia akan sanggup mengangkat kalian keluar dari kesusahan ini.

Saya akan memulai dengan pernyataan sederhana: Indonesia bagian dari diri saya. Pertama kali saya bersentuhan dengan negeri ini adalah ketika ibu saya menikahi seorang pria Indonesia bernama Lolo Soetoro. Sebagai seorang bocah, saya terdampar di sebuah dunia yang berbeda. Namun, orang-orang di sini membuat saya merasa berada di rumah saya sendiri.

Pada masa itu, Jakarta terlihat begitu berbeda. Kota ini disesaki gedung-gedung yang tak begitu tinggi. Hotel Indonesia adalah salah satu bangunan tinggi. Kala itu, ada sebuah pusat perbelanjaan baru bernama Sarinah. Jumlah becak jauh lebih banyak daripada kendaraan bermotor. Dan jalan raya tersisih oleh jalan-jalan kampung tak beraspal.

Kami tinggal di Menteng Dalam, pada sebuah rumah mungil yang halamannya ditumbuhi sebatang pohon mangga. Saya belajar mencintai Indonesia pada saat menerbangkan layang-layang, berlarian di sepanjang pematang sawah, menangkap capung, dan jajan sate atau bakso dari pedagang keliling. Yang paling saya kenangkan adalah orang-orangnya: lelaki dan perempuan sepuh yang menyapa kami dengan senyumnya; anak-anak yang membuat seorang asing seperti saya jadi seperti tetangga; dan guru-guru yang mengajarkan keluasan dunia.

Karena Indonesia terdiri dari ribuan pulau, ratusan bahasa, dan orang-orang dari berbagai daerah dan suku, periode saya tinggal di negeri ini melapangkan jalan bagi saya menghargai kemanusiaan. Walau ayah tiri saya, sebagaimana orang Indonesia umumnya, dibesarkan sebagai seorang Muslim, ia sepenuhnya percaya bahwa semua agama patut dihargai secara setara. Dengan cara itu, ia mencerminkan semangat toleransi keberagamaan yang diabadikan dalam Undang-undang Dasar Indonesia yang tetap menjadi salah satu ciri negeri ini, yang tentunya memberi inspirasi.

Saya tinggal di kota ini selama bertahun-tahun — sungguh suatu masa yang membentuk masa kecil saya; suatu masa yang menjadi saksi bagi kelahiran adik saya yang manis, Maya; dan suatu masa yang telah memesona ibu saya sehingga ia terus-menerus menghampiri Indonesia 20 tahun kemudian untuk tinggal, bekerja dan bepergian – mengejar hasratnya mendorong terbukanya kesempatan di pedesaan Indonesia khususnya bagi perempuan. Sepanjang hidupnya, negeri ini, beserta orang-orangnya, tetap tersimpan di hati ibu saya.

Begitu banyak yang berubah dalam empat dekade ini sejak saya kembali ke Hawaii. Jika kalian bertanya kepada saya – atau teman sekolah pada masa itu yang mengenal saya – saya yakin tak ada di antara kami yang mampu menyangka bahwa saya akan kembali ke negeri ini sebagai Presiden Amerika Serikat. Dan beberapa orang semestinya bisa meramalkan kisah luar biasa yang melibatkan Indonesia dalam empat dekade terakhir.

Jakarta yang dahulu saya kenal kini telah berkembang menjadi sebuah kota yang dijejali hampir sepuluh juta manusia, gedung-gedung pencakar langit yang membuat Hotel Indonesia terlihat kerdil, serta pusat-pusat kebudayaan dan perdagangan. Dulu saya dan kawan-kawan semasa kanak biasa berkejar-kejaran di lapangan ditemani kerbau dan kambing. Kini, generasi baru Indonesia termasuk dalam golongan paling terhubung dalam jagat komunikasi dunia melalui telepon genggam dan media sosial. Dulu, Indonesia sebagai bangsa yang masih muda berfokus ke dalam. Kini, bangsa ini memainkan peran penting di kawasan Asia-Pasifik dan ekonomi global.

Perubahan ini menjangkau ranah politik. Waktu ayah tiri saya masih kanak, ia menyaksikan ayah dan abangnya pergi berperang dan tewas demi kemerdekaan Indonesia. Saya lega bisa ada di sini tepat ketika Hari Pahlawan untuk mengingat jasa begitu banyak orang Indonesia yang rela berkorban demi negara yang besar ini.

Ketika saya pindah ke Jakarta pada tahun 1967, beberapa daerah di negeri ini baru saja mengalami penderitaan dan konflik yang hebat. Meski ayah tiri saya pernah menjadi seorang tentara, kekerasan dan pembantaian yang terjadi pada masa kekisruhan politik itu tak dapat saya pahami karena keluarga Indonesia dan teman-teman saya memilih bungkam. Di dalam rumah tangga saya, seperti keluarga Indonesia umumnya, peristiwa itu hadir secara sembunyi-sembunyi. Bangsa Indonesia merdeka, tapi rasa takut senantiasa mengikuti.

Pada masa-masa sesudahnya, Indonesia memilih jalurnya sendiri melalui tranformasi demokratis yang luar biasa – dari pemerintahan tangan besi, ke pemerintahan rakyat. Tahun-tahun belakangan, dunia menyaksikan dengan harapan dan rasa kagum usaha bangsa Indonesia merengkuh peralihan kekuasaan dengan jalan damai dan pemilihan kepala negara serta daerah secara langsung. Ketika demokrasi di negeri ini disimbolkan oleh terpilihnya Presiden dan wakil rakyat, ketika itu pula demokrasi dijalankan dan dipelihara melalui kontrol dan keseimbangan (check dan balance): Sebuah masyarakat madani, partai dan serikat politik yang madani; media dan warga negara penuh semangat yang telah yakin bahwa – di dalam Indonesia – tak ada lagi jalan memutar.

Bahkan ketika tanah tempat kemudaan saya pernah berlalu ini telah berubah banyak, hal-hal yang pernah saya pelajari untuk mencintai Indonesia – semangat toleransi yang tercantum dalam Undang-undang Dasar dan terpacak melalui masjid, gereja dan candi, pun tertanam dalam darah bangsa – masih mengalir di tubuh saya. Bhinneka Tunggal Ika – persatuan dalam keragaman. Falsafah itu merupakan pondasi yang dicontohkan Indonesia kepada dunia. Itu sebabnya Indonesia akan memainkan peran penting pada abad ke-21.

Hari ini, saya kembali ke Indonesia sebagai seorang sahabat sekaligus Presiden yang mengharapkan terjalinnya kerja sama erat antar kedua negara. Sebagai negara yang luas dan majemuk, berdamping-dampingan dengan Samudera Pasifik dan, di atas itu semua, demokrasi, Amerika Serikat dan Indonesia ditakdirkan bersama oleh kepentingan dan nilai-nilai yang sama.

Kemarin, Presiden Yudhoyono dan saya menyetujui Kerja Sama Komprehensif yang baru antara Amerika Serikat dan Indonesia. Pemerintahan kedua negara mempererat hubungan di berbagai bidang dan, yang juga penting, memperkuat hubungan antar bangsa. Kerja sama ini tentunya berdasar atas rasa saling membutuhkan dan saling menghormati.

Dengan sisa waktu yang saya miliki hari ini, saya ingin berbagi tentang mengapa kisah yang baru saja saya utarakan begitu penting bagi Amerika Serikat dan dunia. Saya ingin menitikberatkan pembahasan pada tiga hal yang saling berkait-erat serta mendasar bagi kemajuan manusia: Pembangunan, demokrasi dan agama.

 

selengkapnya silahkan baca disini..

 

Sebagai penutup saya mengucapkan kepada seluruh rakyat Indonesia, terima kasih, terima kasih.

Assalamualaikum.. :)

November 10, 2010 Posted by | Catatan | Leave a Comment

7 Sumber Modal atau Dana untuk Bisnis

90% Orang Kaya di dunia adalah dari Bisnis. Kita tinggal meniru saja cara – cara mereka berbisnis, ternyata kebanyakan mereka justru memulai Bisnisnya dari Nol atau modal dengkul. Dan saya adalah salah satu orang yang sudah mempraktekannya dan alhamdulillah berhasil. Ketika sudah ada bisnis dan mendapatkan Income namun masih kecil, maka kita perlu meningkatkan omzet Income dengan berbagai macam Jurus. Salah satu jurusnya adalah perbesar usaha/bisnis, buka cabang dan perbanyak cabang. Untuk memperbesar usaha, tak luput dengan hal atau kondisi keuangan kita.

Tapi jangan hawatir, kali ini, saya akan bahas ada 7 sumber modal atau dana usaha/bisnis kita, yaitu:

1. Dana Sendiri | Melalaui : Mencairkan Tabungan, Deposito, Menjual barang berharga (alat elektronik, perhiasan dll)

2. IMF (Istri – Mertua – Family) | Tidak banyak persyaratan, Tidak terbebani bunga tinggi, jangka waktu flexibel.

3. Lembaga Non Formal | Contoh. Meminjam dari Arisan, PKK, Pengajian dll.

4. Kemitraan |

Bermitra denga Pemasok : contoh. membeli barang dari pemasok dan melakukan pembayaran dikemudian hari.

Bermitra denga Investor : contoh. kita bekerjasama dengan orang yang punya modal (Pemodal) tetapi dia tidak bisa usaha/bisnis. Dengan kata lain: kita punya ilmunya, dia punya dananya.

5. Lembaga Gadai | Menggadaikan barang berharga, proses sangat cepat kurang dari 15 menit.

6. Lembaga Non Bank | Contoh. meminjam dari Koperasi Simpan Pinjam, Lembaga Keuangan Mikro (LKM), Tidak memerlukan Agunan, Jumlah pinjaman bisa negosiasi.

7. BANK | Contoh. KPR, PRK atau Multi Guna, KTA. Relatif aman, jumlah pinjaman bisa besar dan unlimited, namun disini ada persyaratan dan prosedur yang sangat ketat.

:)

July 31, 2010 Posted by | Catatan | Leave a Comment

Madah

jika engkau alim
jadilah obor kepada alam semesta..

jika engkau jahil
bernaunglah dibawah cahaya..

jika engkau kaya
jadilah bank kepada masyarakat..

jika engkau miskin
berbanggalah untuk keridhoan tuhanmu,
hindarilah dari meminta-minta agar terpelihara keijjahanmu
biarlah kamu miskin di hadapan manusia, akan tetapi kaya di hadapan Allah..

jika engkau menjadi seorang saudagar
jauhilah riba dan betulkanlah timbangan,
bertasamuhlah dalam jual beli,
dan jika kamu perlu mintalah kepada Allah agar manusia tidak menghinamu..

jika engkau menjadi seorang pemimpin
jadilah payung kepada ummat, rendahkanlah sayapmu..

jika engkau dipimpin serahkanlah
kepada kebijaksanaan pemimpinmu..

jika engkau menjadi seorang pejuang
banyakkanlah bersyikir kepada Allah
hadapilah musuh, jangan melampaui batas-batasnya..

jika engkau menderita
berserah dirilah engkau
itu tanda besar dari Allah
Allah kasih kepadamu, kasih Allah lebih kasih dari kasih seorang ibu kepada anaknya

Hawari – Madah.. :)

March 28, 2010 Posted by | Catatan | Leave a Comment

Berusaha Berjaya

Lagu yang memberikan semangat klo sedang cape’ ato malas.

Bersama-sama Kita Membina
Masa Depan Yang Lebih Gemilang
Kita Tanamkan Tekad Di Hati
Berusaha Menuju Wawasan

Rajin Bekerja Terus Berusaha
Bagai Hidup Selama-lamanya
Beramal Ibadah Kepada Allah
Bagai Esok Sudah Tiada Lagi

Bersama ini Kita Semai Cita
Bersama-sama Kita Mengejarnya
dan Bersama-sama Kitapun Berdoa
Agar Semua Usaha Kita Diberkati

Hindarkan Kemalasan
Jauhilah Rasa Rendah Diri
Pohon Takkan Berbuah
Jika Tak Dibajai

Begitulah Hidup Kita
Perlu Bekerja dan Berusaha
Bulat Takkan Bergolek
Pipih Tak Datang Melayang

Hijaz

February 7, 2010 Posted by | Lirik Lagu | Leave a Comment

Dia kekasih Allah

Pagi ini niat untuk jalan-jalan pagi akhirnya ngak jadi karena cuaca kurang mendukung.. gerimis mengundang.. :P Akhirnya dengerin lagu-lagu lama.. ehh.. malah jadi makin mendung aja begitu denger lagu yang satu ini..

Malu rasanya mengatakan cinta
Kepada dia kekasih Allah
Kerana dia insan mulia
Sedangkan diriku insan biasa

Ku pujuk jua hati dan jiwa
Meluahkan rasa cinta membara
Didalam pujian ucapan selawat
Tanda penghargaan seorang umat

Selagi upaya ku turuti ajarannya
Apa terdaya ku amalkan sunnahnya
Moga didunia mendapat berkat
Di akhirat sana beroleh syafaat

Kerana peribadinya aku terpesona
Kerana budinya aku jatuh cinta
Rindu ku padanya tiada terkata
Nantikanlah daku ditaman syurga

Sesungguhnya apa yang ku dambakan
Adalah cinta Allah yang Esa
Kerana cinta kepada Rasulullah
Berarti cinta kepada Allah

http://www.stafaband.info/download_file/Hijjaz%20Dia%20Kekasih%20Allah/Hijjaz_Dia_Kekasih_Allah.html

January 31, 2010 Posted by | Diari | Leave a Comment

Sabar

“Malam minggu datang lagi.. malam minggu yang sepi..”, kata slank.. :P

“Malam ini kusendiri.. tak ada yang menemani.. seperti malam-malam yang sudah-sudah..”, kata dewa.. :P

“Waktu adalah pedang. Jika engkau tidak memotongnya, maka waktu itulah yang akan memotongmu. Jika engkau tidak menyibukkan dirimu dengan kebenaran, maka dirimulah yang akan yang akan menyibukkanmu dengan kebatilan.”, ini dari perkataan orang-orang sufi.

Yups.. dari pada melewati hari ini dengan sia-sia, mending nulis hal yang berguna, semoga berguna bagi diri saya pribadi dan orang lain yang membacanya.. Iseng-iseng dari pada ini blog dibiarin nganggur.. hehehe.. :)

Tema tulisan kali adalah tentang kesabaran, karena beratnya perjalanan hidup yang kulalui akhir-akhir ini.. sehingga membuatku harus lebih berdekat dengan kesabaran.. :(

Kalau gitu ayo kita mulai.. bgini ceritanya.. hehehe.. :)

Sabar menurut pengertian bahasa adalah menahan atau bertahan. Jika dikatakan, “Qutila Fulan Shabran”, artinya Fulan terbunuh karena hanya bertahan. Jadi sabar artinya menahan diri dari rasa gelisah, cemas dan amarah; menahan lidah dari keluh kesah; menahan anggota tubuh dari kekacauan.

Sabar ini ada tiga macam: Sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar dari kedurhakaan kepada Allah, dan sabar dalam ujian Allah. Dua macam yang pertama merupakan kesabaran yang berkaitan dengan tindakan yang dikehendaki dan yang ketiga tidak berkait dengan tindakan yang dikehendaki.

Ada tiga jenis lain dari sabar, yaitu:

  1. Sabar karena pertolongan Allah. Artinya mengetahui bahwa kesabaran itu berkat pertolongan Allah dan Allah-lah yang memberikan kesabaran. (An-Nahl: 127)
  2. Sabar karena Allah. Artinya pendorong sabar adalah cinta kepada Allah, mengharapkan Wajah-nya dan taqarrub kepada-Nya, bukan untuk menampakkan kekuatan jiwa dan ketabahan kepada manusia atau tujuan-tujuan lain.
  3. Sabar beserta Allah. Artinya perjalanan hamba bersama kehendak Allah, yang berkaitan dengan hukum-hukum agama, sabar dalam melaksanakan hukum-hukum itu dan menegakkannya.

Dikatakan sulit bagi orang awam, karena orang awam baru memulai perjalanan dan belum terlatih untuk menempuh satu etape pun. Jika dia mendapat ujian, maka dia mudah gundah dan sulit menghadapi musibah, sehingga berat untuk sabar. Dia belum terlatih sehingga sulit untuk sabar, dan dia bukan termasuk orang yang mencintai sehingga sulit menerima musibah dengan penuh keridhaan terhadap kekasih yang dicintainya.

Dikatakan jalan cinta yang paling terjal, karena cinta ini mengharuskan adanya kesukaan orang yang mencintai dalam menghadapi cobaan dari kekasihnya. Sementara sabar mengharuskan adanya kebencian terhadap hal itu dan keterpaksaan menahan diri saat mengahadapinya. Maka sabar merupakan jalan cinta yang paling terjal.

Sabar merupakan tempat persinggahan yang paling kuat di jalan cinta dan merupakan keharusan bagi orang-orang yang mencintai serta merupakan hasrat yang paling dibutuhkan dalam setiap etape perjalanan. Kebutuhan orang yang mencintai terhadap kesabaran ini sangat urgen.

Menurut Al-Imam Ahmad, kata sabar disebutkan di dalam Al-Quran di tujuh puluh tempat. Menurut ijma’ ulama umat, sabar ini wajib, dan merupakan separoh iman. Karena iman itu ada dua paroh; separoh adalah sabar dan separoh lagi adalah syukur. Sabar ini disebutkan dalam Al-Qur’an dalam enam belas versi (yang ditulis disini ada lima belas versi, khusus yang satu lagi masih dalam pencarian.. hehehe..)     :

1. Perintah sabar, seperti firman-Nya,

Dan, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.” (Al-Baqarah: 45).

2. Larangan melakukan sebaliknya, seperti firman-Nya,

Dan, janganlah kalian bersikap lemah dan janganlah (pula) kalian bersedih hati.” (Ali Imran: 139).

Sikap lemah dan selalu bersedih hati artinya tidak sabar. Karena itu dilarang.

3. Pujian terhadap pelakunya, seperti firman-Nya,

Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Al-Baqarah: 177).

4. Keharusan sabar karena Allah mencintainya, seperti firman-Nya,

Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146).

5. Allah bersama orang-orang yang sabar, dan ini merupakan kebersamaan secara khusus, yang berarti menjaga, melindungi dan menolong mereka, bukan sekedar kebersamaan secara umum, seperti firman-Nya,

Dan, bersabarlah kalian, karena Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46).

6. Pengabaran Allah bahwa sabar ini lebih baik bagi para pelakunya, seperti firman-Nya,

Tetapi jika kalian bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang bersabar.” (An-Nahl: 126).

7. Allah memberikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik, seperti firman-Nya,

Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 96).

8. Orang-orang yang sabar diberi balasan tanpa batas, seperti firman-Nya,

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-zumar: 10).

9. Orang-orang yang sabar mendapatkan kabar gembira, seperti firman-Nya,

Dan, sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan, berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 155).

10. Jaminan pertolongan bagi orang-orang yang sabar, seperti firman-Nya,

Ya (cukup), jika kalian bersabar dan bertakwa, dan mereka datang menyerang kalian dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kalian dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.” (Ali-Imran: 125).

Rasulullah Shallalahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Dan ketahuilah bahwa pertolongan itu beserta kesabaran.

11. Pengabaran dari Allah bahwa pahala amal salih hanya layak diperoleh orang-orang yang sabar, seperti firman-Nya,

Kecelakaan yang besarlah bagi kalian, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar.” (Al-Qashash: 80).

12. Pengabaran bahwa hanya orang-orang yang bersabarlah yang bisa mengambil pelajaran dan manfaat dari ayat-ayat Allah, seperti firman-Nya,

Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang, dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang penyabar dan banyak bersyukur.” (Ibrahim: 5).

13. Pengabaran bahwa keberuntungan yang diharapkan, keselamatan dari sesuatu yang ditakuti dan masuk surga, diperoleh orang-orang yang memperolehnya karena kesabaran mereka, seperti firman-Nya,

Dan, para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), ‘Keselamatan bagi kalian berkat kesabaran kalian’. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Ar-Ra’d: 24).

14. Sabar mempusakakan derajat kepeloporan dan kepemimpinan. Syaikhul-Islam pernah berkata, “Dengan kesabaran dan keyakinan dapat diperoleh kepemimpinan dalam agama.” Lalu dia membawa ayat,

Dan, Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar, dan mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (As-Sajdah: 24).

15. Allah mengaitkan kesabaran dengan berbagai posisi dalam Islam, iman, keyakinan, takwa, tawakkal, syukur, amal shalih, rahmat dan lain sebagainya. Karena itu sabar termasuk bagian dari iman, seperti kedudukan kepala dari tubuh. Tidak ada artinya iman bagi sesorang yang tidak memiliki kesabaran, sebagaimana tidak ada artinya tubuh tanpa kepala. Umar bin Al-Khathab berkata, “Hidup yang paling baik ialah yang kami lalui dengan kesabaran.

Di dalam sebuah hadits disebutkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

Sungguh menakjubkan urusan orang Mukmin. Sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan baginya, dan yang demikian itu tidak dimiliki kecuali orang Mukmin saja. Jika mendapat kesenangan, dia bersyukur, maka itu merupakan kebaikan baginya, dan jika ditimpa penderitaan, dia sabar, maka itu merupakan kebaikan baginya.

nah gitu dia ceritanya dech.. sebenarnya masih panjang tapi cukup sampe di sini aja dulu.. jarang-jarang nulis panjang gini.. smoga dapat bermanfaat.. hehehe.. :D

Nb:

- tulisan yang satu ini kupersembahkan buat saudariku yang hari ini di wisuda.. hanya tulisan ini sebagai hadiahnya.. hehe.. :)   saudari yang sudah kukenal sejak lama, tapi tak pernah skalipun aku temui.. habis malu sich.. orang yang gak sempurna macam aku menemui orang yang sempurna seperti dia.. kuharap suatu saat dapat menemuimu.. hehehe.. :)

- saudariku janganlah engkau bersedih.. :)   karna perjalanan hidup yang engkau lewati pastinya tidak seterjal jalan hidup yang kualami..

- ok-lah klo beg..beg..begitu..  :)

smoga ilmunya bermafaat.. sampe ketemu lagi..

“Ya Rabb, walaupun begitu terjal jalan hidupku ini, janganlah engkau jauhkan aku dari sifat sabarmu..”

January 30, 2010 Posted by | Catatan | Leave a Comment

Yang Tidak Enak Saat Sedang Sendiri

Sudah berapa lama ya… ngak dengar Live Music, apalagi musik blues. Walau dengan rasa mau pergi bercampur dengan rasa ngak jadi pergi karna sendirian, akhirnya brangkat juga ke JIBF.

Ternyata bener, sesampe di JIBF ngak ada ruginya. Ada 4 panggung bersamaan skaligus. Tapi yg paling asik sih… 2 panggung di dalam istora. 2 panggung ini yg paling ngeblues dibanding yg lain. Apalagi klo udah main solo, KEREN HABIS…. Enak juga ternyata dengerin permainan musiknya gitaris terbaik dunia thn 1973 versi UK Magz. Tapi yang paling nyentuh pas dengerin lagu When You Love Someone, liriknya itu loch yg mantap walau hanya diiringi dengan gitar dan bass. :D

Walaupun senang, tapi ada sesuatu yg kurang nih… karna pergi sendiri jadi ngak ada teman tuk berbagi. :P   Benar juga tuh kata orang-orang, “Yang tidak enak saat sedang sendiri bukan karna sedih ato sedang susah, tetapi disaat senang justru tidak ada teman tuk berbagi”.  :D

Itulah pelaaran hari ini…

Capek dech…. waktunya pejamkan mata….

November 7, 2009 Posted by | Diari | Leave a Comment

When You Love Someone by Endah feat Rhesa

I love you but it’s not so easy to make you here with me
I wanna touch and hold you forever
But you’re still in my dream
And I can’t stand to wait ‘till nite is coming to my life
But I still have a time to break a silence
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don’t ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true…

I used to hide and watch you from a distance and i knew you realized
I was looking for a time to get closer at least to say… “hello”
And I can’t stand to wait your love is coming to my life
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don’t ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true…

And I never thought that I’m so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can’t be wrong
Don’t ever give up just try and try to get what you want
Cause love will find the way….
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don’t ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true…

November 7, 2009 Posted by | Lirik Lagu | 1 Comment

Ungkapan-ungkapan Cinta….

love-cartoon1

Cinta merupakan tempat persinggahan yang menjadi ajang perlombaan di antara orang-orang yang suka berlomba, menjadi sasaran orang-orang yang beramal dan menjadi curahan orang-orang yang mencintai. Dengan sepoi anginnya, orang-orang yang beribadah merasakan ketenangan. Cinta merupakan sasaran hati, makanan ruh dan kesenangannya. Cinta merupakan kehidupan, sehingga orang yang tidak memilikinya seperti mati. Cinta adalah cahaya, siapa yang tidak memilikinya seperti berada di tengah lautan yang gelap gulita. Cinta adalah obat penyembuh, siapa yang tidak memilikinya maka hatinya diendapi berbagai macam penyakit. Cinta adalah kelezatan, siapa yang tidak memilikinya maka seluruh hidupnya diwarnai kegelisahan dan penderitaan. Cinta adalah ruh iman dan amal, kedudukan dan keadaan, yang jika cinta ini tidak ada disana, maka tak ubahnya jasad yang tidak memiliki ruh. Cinta membawakan beban orang-orang yang mengadakan perjalanan saat menuju ke suatu negeri, yang tentu saja mereka akan keberatan jika beban itu dibawa sendiri. Cinta adalah kendaraan yang membawa mereka kepada sang kekasih. Cinta adalah jalan mereka yang lurus, yang menghantarkan mereka ke tempat persinggahan pertama yang terdekat.

Ada banyak ungkapan yang dinyatakan tentang jenis dan batasan cinta, tergantung dari pengasih dan kesaksiannya, serta ungkapan-ungkapan lain yang diperlukan tentang cinta, diantaranya:

  1. Cinta adalah kecenderungan yang terus-menerus di dalam hati yang membara. Pengertian ini tidak membedakan antara cinta yang khusus dan  yang umum, antara cinta yang benar dan cinta yang cacat.
  2. Mementingkan yang dicintai dari segala yang menyertai. Ini termasuk hukum cinta dan pengaruhnya.
  3. Menyesuaikan diri dengan sang kekasih, berada di dekatnya atau saat jauh darinya. Ini merupakan keharusan cinta dan tuntutan cinta yang tulus. Ini lebih sempurna dari dua pengertian di atas, dan bukan sekedar kecenderungan dan mementingkan kehendak. Sebab jika ada penyesuaian diri dengan sang kekasih, maka itu adalah cinta yang cacat.
  4. Melebur cinta karena sifatnya dan menegaskan kekasih karena dzatnya. Ini termasuk hukum kefanaan dalam cinta, yaitu menghapus sifat-sifat orang yang mencintai lalu melebur ke dalam sifat-sifat kekasih dan dzatnya.
  5. Menyelaraskan hati dengan kehendak-kehendak kekasih. Ini juga termasuk keharusan dan hukum-hukum cinta.
  6. Takut meninggalkan pengangungan sambil menegakkan pengabdian. Ini termasuk tanda dan pengaruh cinta.
  7. Engkau menganggap sedikit pemberianmu yang banyak terhadap kekasih dan menganggap banyak pemberian kekasih kepada dirimu yang sedikit. Ini termasuk hukum, keharusan dan kesetiaan cinta.
  8. Engkau menganggap banyak kejahatanmu yang sedikit terhadap kekasih dan menganggap sedikit ketaatanmu yang banyak. Pengertian ini tak jauh berbeda dengan sebelumnya.
  9. Selalu memeluk ketaatan dan meninggalkan penentangan, ini merupakan hukum cinta dan keharusan.
  10. Masuknya sifat-sifat kekasih ke sifat orang yang mencintai Maksudnya, nama sang kekasih dan sifat-sifat merasuk kedalam hati orang yang mencintai, sehingga tidak ada yang menguasainya selain dari itu.
  11. Engkau menyerahkan seluruh dirimu kepada siapa yang engkau cintai, sehingga tidak sedikitpun engkau tidak berkuasa terhadap dirimu sendiri.
  12. Engkau harus menghapus selain yang engkau cintai dari hati, kesempurnaan cinta menuntut yang demikian.
  13. Engkau tidak mencela dirimu terus menerus untuk mendapat keriddan sang kekasih, namun engkau tidak ridho terhadap perbuatan dan keadaanmu karena kekasih.
  14. Engkau cemburu terhadap kekasih, jika dia dicintai orang lain sepertimu. Artinya, engkau menganggap dirimu hina untuk mencintai, karenanya ada juga yang mencintainya seperti dirimu.
  15. Cinta adalah kehendak yang dahan-dahannya ditanamkan di dalam hati, lalu membuahkan kesesuaian dan ketaatan.
  16. Orang yang mencintai lupa bagiannya karena sang kekasih dan dia lupa kebutuhan dirinya.
  17. Menghindari kelalaian dalam keadaan bagaimanapun.
  18. Menyatukan kekasih dengan ketulusan kehendak dan pencarian.
  19. Menggugurkan semua kecintaan dari hati selain kecintaan kepada kekasih.
  20. Menundukkan pandangan hati dari selain kekasih karena cemburu dan menundukkan pandangan dari kekuranggannya.
  21. Kecenderunganmu kepada sesuatu secara total, lalu engkau lebih mementingkannya dibanding terhadap dirimu dan hartamu, lalu engkau menyesuaikan diri dengannya secara lahir dan batin, kemudian engkau mengetahui kekuranganmu dalam mencintainya.
  22. Cinta adalah api di dalam hati, yang membakar selain kekasih.
  23. Cinta adalah mengerahkan usaha dan tidak berpaling dari kekasih, ini merupakan keharusan cinta, hak dan buahnya.
  24. Cinta adalah ketidaksadaran yang tidak bisa sembuh kecuali menyaksikan sang kekasih. Ketika sudah menyaksikannya, maka ketidaksadarannya justru semakin sulit digambarkan.

November 7, 2009 Posted by | Catatan | Leave a Comment

Crystal Report dan JSP

crystal-reports-11 Beberapa hari yg lalu gw sempat ketemu dengan teman yg mengalami masalah saat memanggil Crystal Report dari JSP. Dia bingung “kok reportnya ngak nongol-nongol??? padahal udah masuk production…. tapi waktu develop kok bisa nongol???”  :P

Gw jadi tringat bbrp tahun yg lalu… pernah ngalami masalah yg sama. Report ngak nongol-nongol, apalagi waktu itu yg dipake server AIX.

Setelah browsing2 dan melakukan cek n test, akhirnya ketemu juga jalan keluarnya. Ternyata klo manggil cristal report dari JSP doang, kemungkinan kegagalan JSP manggil crystal report cukup besar. Tapi klo sebagian script untuk manggil crystal report dipindahkan ke servlet, insyaallah hasilnya akan berbeda. :D

Berikut langkah-langkah yg perlu dilakukan:

  • buat satu file jsp untuk memanggil crystal report, contohnya seperti di bawah ini yg akan memanggil SPPH.rpt:

<%@page contentType="text/html"%>
<%@page pageEncoding="UTF-8"%>

<%//Crystal Java Reporting Component (JRC) imports.%>
<%@page import="com.crystaldecisions.reports.sdk.*" %>
<%@page import="com.crystaldecisions.sdk.occa.report.lib.*" %>
<%@page import="com.crystaldecisions.sdk.occa.report.data.*" %>

<%
String rfqNumber = request.getParameter("rfqNumber");
//Report can be opened from the relative location specified in the CRConfig.xml, or the report location
//tag can be removed to open the reports as Java resources or using an absolute path (absolute path not recommended
//for Web applications).
final String REPORT_NAME = "report/SPPH.rpt";

//Database credentials for the report’s datasource.
final String USERNAME = (String)session.getAttribute("jdbcuser");
final String PASSWORD = (String)session.getAttribute("jdbcpass");

final String WebProjectName = request.getContextPath();
%>

<%

try {

String oPDFName=rfqNumber+"_SPPH";

//Open report.
ReportClientDocument reportClientDoc = new ReportClientDocument();
reportClientDoc.open(REPORT_NAME, 0);

//Set the logon information for each table in the report.  This logon will be applied to all
//of the database connections used in the report.  If the report requires different login credentials
//for each connection in the report, then the connection info for each table in the report must be
//set with the appropriate database logon credentials.
//reportClientDoc.getDatabaseController().logon(USERNAME, PASSWORD);

ConnectionInfos oConnectionInfos = new ConnectionInfos();
ConnectionInfo oConnectionInfo = new ConnectionInfo();

oConnectionInfo.setUserName(USERNAME);
oConnectionInfo.setPassword(PASSWORD);

oConnectionInfos.add(oConnectionInfo);

//Create a Fields collection object to store the parameter fields in.
Fields oFields = new Fields();
//Set the name and value for each parameter field that is added.
//Values for parameter fields are represented by a ParameterFieldDiscreteValue
//or ParameterFieldRangeValue object.

//Create a ParameterField object for each field that you wish to set.
ParameterField oParameterField = new ParameterField();

//You must set the report name.
//Set the report name to an empty string if your report does not contain a
//subreport; otherwise, the report name will be the name of the subreport
oParameterField.setReportName("");

//Create a Values object and a ParameterFieldDiscreteValue object for each
//object for each parameter field you wish to set.
//If a ranged value is being set, a ParameterFieldRangeValue object should
//be used instead of the discrete value object.
Values oValues = new Values();
ParameterFieldDiscreteValue oParameterFieldDiscreteValue = new ParameterFieldDiscreteValue();

//Set the name of the parameter.  This must match the name of the parameter as defined in the
//report.
oParameterField.setName("rfqNumber");
oParameterFieldDiscreteValue.setValue(rfqNumber);

//Add the parameter field values to the Values collection object.
oValues.add(oParameterFieldDiscreteValue);

//Set the current Values collection for each parameter field.
oParameterField.setCurrentValues(oValues);

//Add parameter field to the Fields collection.  This object is then passed to the
//viewer as the collection of parameter fields values set.
oFields.add(oParameterField);

//place the connection information into session to be passed to the viewer
session.setAttribute("oConnectionInfos", oConnectionInfos);

//Store the report source in session, will be used by the CrystalReportViewer.
session.setAttribute("reportSource", reportClientDoc.getReportSource());

//place the parameter information into session to be passed to the viewer
session.setAttribute("oFields", oFields);

session.setAttribute("oPDFName",oPDFName);
//Launch CrystalReportViewer page that contains the report viewer.
response.sendRedirect(WebProjectName+"/exporter");

}
catch(ReportSDKException ex) {
out.println(ex);
}
catch(Exception ex) {
out.println(ex);
}

%>

JSP diatas digunakan untuk memanggil report pada saat awal, tetapi ada keistimewaan dari JSP diatas. Klo anda perhatikan pastinya akan ketemu

response.sendRedirect(WebProjectName+"/exporter");

ini digunakan untuk memanggil sebuah file servlet. JSP diatas tidak sepenuhnya berisi perintah untuk memanggil crystal report, sebahagian dipindahkan ke sebuah file servlet.

  • Tahap berikutnya anda tinggal membuat sebuah file servlet, yg meneruskan perintah dari JSP untuk memanggil report. Contohnya sbb:

public class exporter extends HttpServlet {
protected void doGet(HttpServletRequest request,
HttpServletResponse response) throws ServletException, IOException {
// TODO Auto-generated method stub

HttpSession session = request.getSession();
System.out.println("inside exporter.doGet()");

try {

// set the database logon information into the ReportClientDocument
ConnectionInfos oConnectionInfos =
(ConnectionInfos)session.getAttribute("oConnectionInfos");
Object reportSource = session.getAttribute("reportSource");
Fields oFields = (Fields)session.getAttribute("oFields");
String oPDFName = (String)session.getAttribute("oPDFName");

//Set the export options to export to the format of choice.
ExportOptions oExportOptions = new ExportOptions();
//oExportOptions.setExportFormatType(ReportExportFormat.RTF);
//oExportOptions.setExportFormatType(ReportExportFormat.crystalReports);
oExportOptions.setExportFormatType(ReportExportFormat.PDF);

// Create oReportExportControl
ReportExportControl oReportExportControl = new ReportExportControl();

//Pass the report source to the ReportExportControl and set the ExportOptions
oReportExportControl.setReportSource(reportSource);
oReportExportControl.setExportOptions(oExportOptions);

//ExportAsAtttachment(true) prompts for open or save; false opens the report
//  in the speficied format after exporting.
oReportExportControl.setExportAsAttachment(true);

//Pass the ConnectionInfo to the report to set the database username and password
oReportExportControl.setDatabaseLogonInfos(oConnectionInfos);

// pass field object to Report ExportControl
oReportExportControl.setParameterFields(oFields);

//        Render the report.
oReportExportControl.setName(oPDFName);
oReportExportControl.processHttpRequest(request, response, getServletConfig().getServletContext(), null);
} catch (ReportSDKExceptionBase e) {

}
}

protected void doPost(HttpServletRequest request,
HttpServletResponse response) throws ServletException, IOException {
doGet(request, response);
}

public void destroy() {
super.destroy();
}

public void init() throws ServletException {
super.init();
}
}

Hohoho…. servlet diatas sebenarnya hanya meneruskan perintah untuk memanggil report.  :D

Selanjutnya silahkan anda mencoba….

ooooo… hanya gitu doang??? yups  :)

November 6, 2009 Posted by | Ilmu Komputer | Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.